Magang di Luar Jawa (p.1)

Saat kuliah, saya udah tinggal di kost-kostan, sebenarnya masih satu daerah yaa kuliahnya di Jakarta, tapi melihat jadwal dan kegiatan kuliah yang cukup padat, belum lagi dengan lalu lintas Jakarta yang bisa membuat kamu gak mood+kucel setiap paginya, haaaah kalau dihitung-hitung duitnya ternyata sama saja dengan kost-kostan sebulan ya (saat itu 2010). Selain itu juga supaya bisa focus kuliah ya dan dekat dengan kelompok belajar yang ada di kampus. Kuliah teknik lumayan juga loh ternyata, harus siap mental lahir batin, sebelum badai menerjang. Disini saya mengambil Teknik Sipil, yang saya percaya kalau Indonesia masih membutuhkan banyak lulusan teknik sipil sampai kapanpun karena negara pastinya akan terus berkembang.

FYI, Teknik sipil bukan yang kerja di catatan sipil yak (sering dapet pernyataan itu :(), coba di searching apa itu Teknik Sipil dan bidangnya apa saja. Hehe

Lanjut…

Awalnya ragu sih untuk coba tinggal sendiri dan orang tua hanya memantau dari jauh… well we see… Mengikuti dari tahun ke tahun perkuliahan, mencoba bertahan disetiap badai menerjang, sampai akhirnya tiba waktunya di kuliah Kerja Praktek a.k.a Magang a.k.a kerennya adalah Internship. Disini saya mengambil keputusan ingin magang saat liburan kuliah, bukan saat jadwal perkuliahan, tapi syarat diberikan kampus adalah harus mengambil magang diluar Jakarta.

Jeng..jeeeeng.. jauh lagi dari rumah..

Dicoba-coba deh saya masukin lamaran magang di perusahaan yang tidak terpikirkan sebelumnya, saya mengambil magang di Berau-Kalimantan Timur, sebuah perusahaan batu bara. Loh kok ke mineral? Kan katanya teknik sipil? Ternyata teknik sipil itu luas looh bro and sis. Saya ambil di bagian Geotechnical Department (kayak tanah tanah gitu, susah jelasinnya hehe). Diberikan waktu magang selama 1,5 bulan dan mengikuti jam kerja perusahaan. Waktu yang diberikan itu lebih dari cukup untuk memenuhi syarat magang saya yang diberikan oleh kampus, jadi amaaaan..

Saat itu, Ayah saya lagi sakit cukup serius yang mengharuskan dirawat inap lebih dari 1 bulan. Saya juga sempat sedih karena harus jauh dari rumah dan Ayah yang sedang sakit. Akhirnya mendapat restu dan diantarkan ke Bandara oleh Ibu dan kakak. Saat itu sedang bulan Ramadhan 2013, jadi sahur di bandara karena dijadwalkan pesawat pagi paling pertama menuju Balikpapan untuk transit kemudian dilanjutkan pesawat jenis ATR menuju Berau.

Banyak petuah-petuah dari orang tua saya yang harus didengarkan dan terapkan kalau pergi mengunjungi tanah orang lain, dimanapun dan kapanpun. Kalau saya sih happy banget, pertama kalinya kan solo trip langsung ke luar Jawa. Tapi pas sudah sampai di Kalimantan, cukup bingung juga ternyata dari sisi budaya, Bahasa, dan adat istiadatnya berbeda, bukan bingung sih tapi ternyata baru tahu akan hal itu. Indonesia itu kaya banget ya budayanya. Saya juga harus menghormati budaya mereka agar dapat diterima dengan baik, karena saya cuma orang luar yang singgah untuk menyelesaikan magang biar cepet luluuuuuuus kuliaaaaaah hiks

Sesampainya di Berau, saya dijemput perusahaan untuk diantarkan ke kostan yang sudah saya booking sebelumnya. Untuk memesan kostan ini saya dikenalkan oleh tim HR perusahaan dengan teman magang yang dari Jakarta juga cuma beda kampus, sudah lebih dulu tiba disana. Saya bertemu pertama kalinya pas sampai disana dan sekamar berdua dengan dia, and guess what? we click each other and still have a good friendship until now. Nice to know you sis 🙂

IMG-20130712-02398
Bandar Udara Kalimarau

Nah, kalau perginya saat Ramadhan, Idul Fitrinya pulang Jakarta gak? Jawabannya adalah…….

enggak :(:(:(:(

Resiko kalau magang diluar Jakarta pada umumnya perusahaan tempat magang hanya provide tiket Pergi saat pertama kali datang dan Pulang saat magang selesai serta uang makan dan living cost selama di lokasi. Jadi kalau ada yang mau pulang di pertengahan magang, maka biaya tiket dan transport lainnya ditanggung sendiri. Saat itu lebaran, posisi di Berau-Kaltim, harga tiket PP yaaah cukup tau lah ya berapa, bahkan cukup untuk bayar kostan 6 bulan di Jakarta :(:( up to 4 Million Rupiah :(:(

IMG-20130803-02538
Masjid Agung Tanjung Redeb

Terus gimana dong Idul Fitri jauh dari keluarga?

Disana sama siapa saja tinggalnya?

Serem gak sih tinggal dengan orang yang baru kenal pertama kalinya?

Ternyata di sana ada pulau yang bagus banget dan belum tersiarkan oleh media loooh saat itu, apa yaaaaa?

Masih banyak lagi nih yang belum saya tulis, saya lanjut ke part 2 ajaa yaaa, (itu kalau sudah saya tulis ya hehe).

Kalau ada pertanyaan yang penasaran terkait magang diluar Jakarta, silahkan comment ya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s