Ketika mengalami gangguan sendi rahang…

“KLIK !”

Yah kira-kira seperti itulah bunyinya (clicking) di rahang kalau mengalami gangguan sendi rahang.

Sendi rahang biasa disebut TMJ (temporomandibulas joint). TMJ Clicking merupakan salah satu tanda TMJ disorder, yang menyebabkan suara klik pada rahang saat membuka mulut atau mengunyah. Selain berbunyi klik pada rahang, gejala lainnya yang sering timbul adalah rasa nyeri pada rahang, rasa sakit sampai telinga, hingga kemungkinan menyebabkan rasa sakit pada kepala sebelah.

tmj-tmd-temporomandibular-disorders-diagram-fossa-disc-condyle
from Google (normal TMJ)

Tentu, gangguan sendi rahang sangat-amat tidak nyaman. Tidak hanya pada saat makan, tapi juga saat berbicara sehari-hari. Seperti yang telah saya alami 7 tahun yang lalu. Sekitar tahun 2012-an saya sempat menggunakan behel gigi selama 1 tahun. Saat itu gigi saya (Alhamdulillaah) tersusun dalam keadaan yang baik, hanya saja susunannya agak mundur akibat pernah terjatuh. Namun, mungkin karena saya tergoda dengan harga yang murah disuatu klinik gigi, saya tidak dirujuk untuk melakukan foto rontgen panoramic. Saat itu saya juga tidak tau apa kegunaan/kewajiban dari melakukan foto tersebut.

Singkat cerita mulailah saya menggunakan behel tersebut, tapi diakhir masa penggunaan behel, saat menyantap makanan tiba-tiba rahang sebelah kanan berbunyi “Klik!” yang cukup keras dan mulut saya tidak bisa ditutup. Sampai saya harus agak memaksa sedikit dan itu bikin nyeri ! 😦

Setelah itu saya cukup cuek, saya pikir itu hal biasa atau gak ada apa-apa.

Hingga tahun 2015, saya hampir sering mengalami sakit kepala sebelah kanan/kiri, rasanya nyeri banget. Akhirnya saya memberanikan diri memeriksa ke dokter syaraf dan diminta melakukan cek MRI. Alhamdulillaah semua dalam keadaan normal. Namun bunyi “Klik” pada rahang saya masih tetap ada dan sakit kepala masih sama. Saya coba mendatangi dokter gigi di RS Premier Bintaro, dokter tersebut menyarankan saya agar dapat mendatangi dokter spesialis di kawasan Menteng, Jakarta Pusat yaitu Prof. drg. Laura. Beliau unggul dalam bidang TMJ (sendi rahang).

Selanjutnya, saat diperiksa dan konsultasi dengan dr.Laura, beliau cukup kaget dan ngomel-ngomel ke saya, hehehe. “kenapa baru datang sekarang ?! ini udah cukup parah, aduuuuuh, bisa lama ini pengobatannya. Jangan dicuekin gitu kalau masalah ini, bahaya loh bisa kena syaraf nanti”.

Maapkan aku, Bu dokter 🙂

Setelah diminta untuk melakukan rontgen kiri-kanan, panoramic dan lain-lain pada bagian mulut, akhirnya keluarlah hasilnya. Jeng jeng !

Lagi-lagi Bu dokter sampai mengela nafasnya 😦 Benar saja, rahang kanan dan kiri saya sudah bergeser dan sangat signifikan sehingga membuat rahang bawah saya menjadi lebih mundur dan tidak sinkron dengan rahang atas. Selain itu terlihat juga ada gigi yang ter-impaksi sebanyak 4 gigi !, bawah kiri kanan dan atas kiri kanan. Waaaa lengkap sudah :(:(:(

Kenapa bisa seperti ini?

Analisa singkatnya adalah bisa dari kebiasaan menggemertakkan gigi, menggigit-gigit sesuatu, dan dari gigi impaksi itu juga. Jadi, kemungkinan gigi impaksi ini sudah ada semenjak sebelum pakai behel namun tidak terlihat karena tidak dilakukan rontgen, sehingga pemasangan behel-nya tidak memperhitungan keadaan gigi yang ter-impaksi. Pada akhirnya penggunaan behel tersebut mengakibatkan gigi semakin mengalami malposition dan merubah bentuk struktur rahang akibat menyesuaikan keadaan tersebut.

Untuk memperbaiki posisi rahang tersebut, dokter menyarankan untuk melakukan terapi rahang serta pencabutan gigi yang ter-impaksi. Apalagi terdapat gigi impaksi yang terlihat menganggu pergerakan rahang tersebut.

Namun karena biaya yang cukup tinggi, jadi saya melakukan terapi rahang terlebih dahulu sambil menunggu waktu operasi gigi yang tepat.

Dalam melakukan terapi gangguan sendi rahang, saya diberikan sejenis pijitan pada rahang untuk merasakan posisi rahang yang benar seperti apa. Lalu Bu dokter melakukan pencetakan gigi atas bawah pada saat posisi rahang yang benar. Cetakan tersebut untuk membuat retainer gigi yaitu sejenis biteplate (pemandu gigitan) untuk menyesuaikan rahang atas dan bawah agar terbiasa dalam keadaan yang benar. Saya menggunakan biteplate tersebut setiap hari selama 6 bulan pertama (saat makan pasti dilepas dong) ditambah dengan melakukan olahraga rahang dengan gerakan tertentu pada saat pagi – siang – malam (sebelum tidur).

acrilic-55af4f6db27a61ba291e24bb
Retainer Gigi

FYI, awal penggunaan retainer menyebabkan kepala saya makin pusing dan sering sakit kepala sebelah, ditambah nyeri pada rahang. Hal itu disebabkan karena rahang mencoba untuk menyesuaikan kembali menjadi struktur yang lebih baik. Selain itu saya tidak diperbolehkan untuk mengunyah permen karet dan makanan keras.

Pada awal terapi, kontrol ke dokter hampir setiap 1-2 bulan sekali. Dari pengecekan gigi, pengecekan rahang serta penyesuaian alat retainer dengan bentuk yang baru. Hingga akhirnya tahun 2016 Alhamdulillaah rahang saya menjadi lebih baik, dan waktu kontrol ke dokter berkurang menjadi 6 bulan sekali.

Singkat cerita pada tahun 2018, setelah sekian lama menunda akhirnya saya melakukan operasi impaksi gigi. Namun hasil rontgen terbaru memperlihatkan hasil yang cukup mengejutkan saya 😦

Untuk kelanjutannya akan saya lanjutkan di post selanjutnya ya, tentang pengalaman operasi gigi impaksi 🙂

Saat ini setelah melakukan operasi impaksi gigi, bunyi “klik” pada rahang saya sudah sangat -amat berkurang walau tidak menggunakan retainer lagi. Namun saya masih harus melakukan kontrol ke dr.Laura. (bikin jadwal disini cepet-cepetan sis, sering full banyak pasien)

Jadi, bagi teman-teman yang mengalami / merasakan bunyi “klik” pada rahang secara terus menerus, saya sarankan untuk dapat mengecek ke dokter (bisa langsung ke dokter spesialis rahang, atau ke dokter gigi dulu) agar tidak menimbulkan hal-hal lainnya yang dapat menganggu kesehatan dan keseharian kita.

Ciao !

15 thoughts on “Ketika mengalami gangguan sendi rahang…

    1. Hai Vebri salam kenal.
      Prof. Laura buka praktek namanya Laurel Dental Care di Jalan Lombok, Menteng. Bisa di telpon ke tmptnya dan harus buat perjanjian terlebih dahulu krn antriannya cukup banyak.

      Like

      1. henny

        Dear Mba Lala,

        Saya dengan henny

        mau tanya untuk TMJ nya bagaimana sekarang mba?

        Lalu apakah mba juga ada gejala dering atau tinitus ditelinga?

        terima kasih

        Like

      2. halo,
        TMJ saya sudah sangat membaik. Setelah terapi dan pengambilan gigi yang impaksi sebelah kanan (atas-bawah).

        Saat mengalami TMJ saya sering sakit kepala sebelah dan telinga berdengung, saat makan juga tidak nyaman.

        Like

      3. henny

        Dear Mba Lala,

        terima kasih informasinya mba lala.

        penggunaan berapa lama mba kira-kira dengung dan migrainnya hilang mba?

        maaf ya mba banyak pertanyaan

        terima kasih

        Like

      4. mungkin sekitar 1-2 tahun ya karena bertahap dan setelah cabut gigi impaksi makin terasa lebih ringan. sepertinya banyak faktor dan tergantung indikasi nya untuk hal itu ya.

        Like

      5. shanny

        Hai ka lala

        artikel sangat membantu

        berarti sekarang sakit kepala dan dengungnya sudah berkurang apa sudah hilang ka?apakah sekarang masih berobat ka?

        terima kasih

        Like

      6. sudah sangat jarang banget sih, dan terasa lebih ringan rasanya. sekarang masih berobat dijadwalkan 1x setahun saja atau cukup seperlunya saja.

        Like

  1. Dear Mba Lala,

    terima kasih informasinya mba lala.

    penggunaan berapa lama mba kira-kira dengung dan migrainnya hilang mba?

    maaf ya mba banyak pertanyaan

    terima kasih

    Like

  2. Pingback: Cabut Gigi Impaksi – lala daily of life

  3. Hallo mbak lala. Thx u untuk blognya.
    Informasinya membantu soalnya saya pengidap bruxism dan juga sekarang udah kena ke TMJ juga karena udah bunyi “tik’ di rahang.
    Saya mau tanya, untuk awal terapi, pengecekan Gigi, pengecekan rahang dan rontgen itu habis berapa duit ya, saya mau nabung dulu soalnya kalau gigi (biasanya) bisa jutaan soalnya. regards.

    Like

    1. halo salam kenal. terima kasih juga sudah membaca. untuk awal terapi kita diminta untuk melakukan rontgen panoramic dan rontgen rahang kiri-kanan (dengan posisi tertentu). untuk rontgen bisa menghabiskan sekitar 500rb-700rb tergantung dari laboratoriumnya karena berbeda setiap harganya. selanjutnya dilakukan pencetakan gigi berdasarkan kondisi yang benar. lalu dari cetak gigi tersebut dokter akan membuatkan retainer gigi untuk TMJ. untuk pencetakan gigi ini cukup mahal, tahun 2015 kemarin sekitar 4,2juta – 4,5juta.

      Lalu setiap bulannya harus kontrol selama 6 bulan – 12 bulan tergantung keparahannya. Setiap kontrol bayar 350rb.

      Semoga membantu ya.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s