Long Distance Marriage (LDM)

Mungkin banyak yang mengira kalau sudah menikah itu bisa bersama-sama dan hidup tidak terpisahkan satu sama lain. Tetapi tidak semua pasangan menjalani kehidupan rumah tangga seperti itu.

LDM : Long Distance Marriage, LDM ini merupakan level tingkat expert nya dari LDR, (hahahaha..supeer). Bagi para pasangan suami istri yang harus terpisahkan oleh jarak dan waktu bukan lagi disebut LDR, tapi sudah menjadi LDM.

Dari awal kenal dengan suami saya dulu, kami sudah menjalani LDR, saat itu saya kuliah di Jakarta dan suami sudah bekerja berpindah-pindah pulau. Dari Kalimantan, Jawa, Sumatera hingga Sulawesi. LDR saat itu masih bisa berpikir — yah kalau jodoh pasti gak akan kemana, kalau memang jodoh pasti akan dipertemukan kembali.

Nah ternyata Alhamdulillaah jodoh beneran ! ahahaha.. Alhamdulillaah pernikahan kami saat ini sudah memasuki 1,5 tahun. Namun selama ini kami harus dipisahkan oleh jarak dan waktu lagi, LDM.

d10b5d20b877e818bbc8b255a8516e0c

Menjalani LDM tentu berbeda saat menjalani LDR, karena saat sudah menikah dan menjalani LDM, kebutuhan lahir-batin dan mental menjadi tantangan tersendiri. Awalnya kami mengira bahwa LDM sama seperti saat menjalankan LDR, namun ternyata tidak sis ! Apalagi saat masih di awal pernikahan, bumbu-bumbu rasa kangen masih menggelora dan ditambah dengan harus galau karena jauh, waaaah udah deh cuma bisa berdoa sama Allaah. Rasanya campur aduk, kalah sama gado-gado. hahaha

Terkadang masih banyak omongan-omongan orang yang bilang “kenapa gak ikut suami aja?”, atau “kenapa gak cari kerja di Jakarta saja?” atau parahnya lagi “serius gak banyak godaan disana?” aaaaaaah (pingin disumpel tuh mulut). Jadi gini ya sistah, itu semua kalau bisa, sudah saya lakuin dari awal sis. Tapi masih ada satu-dua hal yang dimana saya menjalani pekerjaan yang ada saat ini, dan kenapa suami saya menjalani pekerjaan diluar kota. Tentu hal itu tidak mungkin dibicarakan atau diberitahukan kepada setiap orang yang nanya. Tidak mungkin menceritakan kenapa harus ini-itu.

Pastinya ada rasa sedikit perih dihati yah saat orang-orang dengan mudahnya menanyakan atau menyatakan hal tersebut. “Toh yang jalanin gw kenapa lo yang repot?” rasanya pingin ngomong itu, hahahaha. Walaupun itu hanya sebuah pertanyaan, tapi bisa saja pertanyaan-pertanyaan itu membuat orang yang menjalani LDM semakin terpojok dan merasa drop, apalagi bisa teringat sesuatu yang harusnya sudah dilupain. Kan sebel ya ! Cuma bisa istighfaar…

Suatu hari saya tidak sengaja membaca blog berjudul “Long Distance Married” oleh The Herman-Rika’s Family, sepertinya di posting tahun 2015, dan saya baru membacanya baru-baru ini. Pikiran saya merasa terbuka dengan tulisan beliau yang menyatakan bahwa LDM itu adalah takdir.

Setelah dipikir-pikir, itu benar. Tidak semua keadaan yang kita inginkan adalah sesuai dengan apa yang kita minta. Adapun cuma Allaah yang Maha Mengetahui mana yang terbaik untuk umat-Nya, salah satunya adalah rezeki pekerjaan. Setiap orang memiliki garis takdir yang berbeda-beda termasuk dalam hal mencari rezeki. Dengan adanya suami sebagai tulang punggung keluarga dan mencari nafkah, mungkin rezeki tersebut harus dijemput dengan bepergian keluar kota. Kita tidak bisa menyamakan suatu level kebahagiaan, kesejahteraan, ataupun level rezeki dengan berbagai macam orang. Kita masing-masing memiliki jalan sendiri, rezeki sendiri dan takdir sendiri.

Bagi teman-teman yang tidak menjalani atau tidak merasakan LDM, mungkin bisa saling membantu temannya atau saudaranya agar bisa disupport serta memberikan komentar yang baik perjalanannya menghadapi LDM 🙂

Menjalani LDM ada positif-nya juga sis !

08fe371b95485f1e7a764fdcfa3a8b2a.jpg

Saya melihat sisi positif nya dari LDM ini adalah kemandirian, kekuatan, dan kepercayaan. Hal ini yang tumbuh dalam pribadi saya selama menjalani LDM, saya bisa menjadi lebih mandiri dalam mengurus segala hal selama jauh dari suami, sampai mengerti bagaimana memperbaiki mobil. hahaahaha

Lalu kekuatan dalam menahan egois dan emosi. LDM mengajari kami lebih banyak kesabaran dan keikhlasan dalam menjalani setiap kondisi yang ada termasuk menghindari segala perdebatan dan menjauhkan segala rasa egois yang ada dalam diri masing-masing. Dalam menjalani LDM, kita tidak dapat melihat atau menilai ekspresi yang jelas dalam pasangan kita. Sehingga hal itu menuntut kita menjadi harus lebih sabar dan tidak gegabah dalam bertindak. Seringnya komunikasi melalui telepon, membuat kita dapat menjadi pendengar yang lebih baik.

Hubungan jarak jauh membuat kami harus saling percaya satu sama lain. Percaya bahwa masing-masing menjaga hati serta pandangannya, percaya bahwa akan baik-baik saja, dan tentunya percaya kepada Allaah, karena Dia-lah yang menjaga kita semua. Tentu hal itu menguatkan iman kita karena hanya dengan berdoa kita bisa saling menyampaikan rasa rindu kepada pasangan agar Allaah dapat menjaganya dimanapun berada 🙂

LDM juga seru loh sis !

Saat kita bertemu dengan pasangan kita, setiap detik akan menjadi moment berharga untuk bersama-sama sehingga dapat saling menghargai waktu dan selalu membuat kenangan disetiap waktunya. Selain itu, saya dan suami selalu mempersiapkan budget untuk travelling, terutama ke tempat dimana suami bekerja. Kami pernah bertemu di Medan dan saya pernah mengunjungi suami waktu penugasan di Lhokseumawe. Saya bepergian sendiri dengan transit di Medan dan bertemu suami disana. Banyak hal yang bisa di explore selama disana sampai dapat melihat lokasi kerja dan dimana camp suami saya disana. Selain itu bisa mengenal teman-teman kerja suami disana.

Jadi sebenarnya LDM tidak harus terus larut dalam kegalauan sis. Banyak hal yang dapat memotivasi diri untuk dapat lebih tegar dan mencari cara bagaimana bisa saling bertemu.

Untuk yang sedang LDM, semangat ya sistah. Saya pun juga masih terus belajar, jadi saling support yah, semoga Allaah memberikan segala kemudahan untuk kita. Aamiin… 🙂

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s