Magang di Luar Jawa (p.2)

Ketika kita dalam keadaan sendiri, berkunjung ke tempat baru yang belum pernah kita datangi, bertemu dengan berbagai macam karakter orang yang belum kita kenal, meninggalkan keluarga dan orang yang kita sayangi, lalu bagaimana perasaan kamu akan hal itu ?

Sebenarnya tidak pergi jauh juga ya, bukan pergi ke negara lain bahkan ke benua lainnya. Tapi masih 1 negara hanya beda pulau. Hehe

Jadi, bagian ini saya akan melanjutkan bagaimana Magang di Luar Pulau Jawa bagian ke-2.

Jeng..jeng..

Saat itu bulan Ramadhan 2013, pertama kalinya saya puasa tanpa keluarga namun dengan orang-orang yang baru kenal. Mengatur waktu untuk sahur dan berbuka puasa menyesuaikan dengan waktu jam disana yang berbeda dengan Jakarta. Menyantap makanan yang tentunya berbeda juga dengan makanan kita sehari-hari. Tentunya juga mengatur waktu untuk selalu dapat berkomunikasi dengan keluarga dan orang tersayang. Yes, LDR dimulai. Walaupun LDR sudah saya lewati selama 2 tahun terakhir, tapi tetap saja, saat di tempat yang kita jauh dari keluarga, doi pastinya hawatir banget dan takut kenapa-kenapa karena “kenapa perempuan kok sampai ke luar jawa, Kalimantan, deket hutan pula. Dan tidak ada kenalan bahkan saudara satupun disana”. Well…saya pun tetap mempertahankan hubungan LDR ini agar tetap harmonis ya. Hehe

Saya magang ditempatkan di area lapangan yang lumayan perjalanannya memakan waktu 2 jam menggunakan bus karyawan, berangkat pukul 6 pagi dari kantor di kota. Subuh pukul 5 pagi, jadi setelah sahur saya langsung subuh-an dan cuuus ke kantor untuk memulai perjalanan ke lapangan, setiap harinya. Awalnya cukup lumayan susah ya, karena perjalanan melalui jalan yang cukup membuat kamu muntah-muntah. Hehehe begitulah jalanan lintas di Kalimantan, saya pun meminum obat anti mabooook sehabis sahur agar tidak mual lagi. Tapi lama-kelamaan saya terbiasa juga dengan keadaan tersebut.

Menjelang Idul Fitri saya harus pindah kostan, dimana teman sekamar saya sudah selesai masa magangnya dan ternyata masa sewa kostan saya pun berakhir, sehingga harus mencari tempat baru. Cukup kesulitan ya karena tidak kenal orang banyak, selain ini banyak yang sudah pulang kampung pastinya. Yah karena tiket nya mahal, akhirnya saya memilih untuk bertahan Idul Fitri disini sendirian.

Cukup kebingungan sendiri karena baru pertama kalinya Idul Fitri tanpa orangtua, lalu bagaimana sholatnya, dimana, kapan, budayanya dan lain-lain. Akhirnya saya sholat Ied di salah satu masjid terbesar disana, mendengarkan khutbah sambil menelepon keluarga dirumah dan tentunya si doi juga. Hmmmm gimana rasanya yah? Air mata saya pun tumpah ruaaah cyiiin hihihi, sampai harus nutupin muka pakai mukena, disaat kiri-kanan kalian bersama keluarga, tapi kalian sendiri hanya dengan telponan, gimana yaaaaah…

Speechless, tapi itulah yang akan menjadi pengalaman buat saya agar menjadi lebih dewasa karena keluarga itu sangat penting, apalagi yang sudah sangat mencintai dan menjaga kita sampai saat ini. Saat kita jauh, saat momennya kita butuh, itu pasti akan sangat berasa. Selain itu hidup bisa jadi bisa mandiri, mengatur waktu, menjaga diri bagaimana kenal dengan orang asing, belajar kebiasaan dari daerah yang berbeda. Semua menjadi pelajaran, pelajaran hidup dan pengembangan diri yang langsung saya dapatkan bukan dari teori lagi.

Tapi, saat kita pergi magang di tempat yang baru, kita bisa manfaatkan untuk mencari lokasi wisata yang belum pernah kita rasakan, biasanya wisata alam yaaa. Nah lokasi ini namanya Kepulauan Berau. Sekarang pasti terkenal, tapi saat itu belum terlalu terkenal, karena baru pada bulan Oktober 2013 PEMDA setempat mengadakan acara perdana khusus untuk mempromosikan wisata tersebut. Saya bersama teman-teman magang lainnya mengunjungi kepulauan tersebut pada bulan Agustus 2013, jadi beda tipis yaa.

Ini adalah pertama kalinya saya pergi ke sebuah kepulauan menggunakan speedboat, rasanya awesome ! hahaha seru banget yaaa, dan excited banget tentunya, perjalanannya cukup panjang, tapi terbayar dengan pemandangan, cuaca dan lokasi yang keren banget.

Gimana ya wisatanya? Hmm, saya akan ceritakan di judul yang berbeda aja yaa, karena akan panjang banget siih. Hehe

Lanjuuuuut…

Yap, memasuki bulan September 2013, masa magang saya akan segera berkahir, finally…. Tentunya untuk mengakhiri magang tersebut saya harus membuat laporan tertulis serta presentasi untuk diberikan dan dipresentasikan ke Manajer Departemen Geotechnical. Kebetulan kantor tidak memiliki format khusus untuk pembuatan laporan tersebut, akhirnya saya membuat laporan tersebut sesuai dengan format dari kampus saja. Poin tambahan lagi untuk saya karena saya tidak harus membuat laporan dari awal lagi saat sudah di Jakarta nanti.

Laporan dan Presentasi tersebut berisikan materi, perhitungan, hasil dan kesimpulan selama saya magang disana. Alhamdulillaah berjalan dengan lancer dan tuntas semuanya….

Prepare back to Jakarta, konfirmasi tiket pulang ke kantor, dan naik pesawat pulang ke rumah dijemput oleh Ibu dan Ayah saya yang sudah keluar dari rumah sakit, sehat kembali, Alhamdulillaah….

Jadi dari cerita saya, bisa disimpulkan nih keuntungan mengambil magang sewaktu liburan kuliah adalah….

  • Mengawali dan mengakhiri lebih cepat. Dimulai saat liburan pergantian semester selanjutnya, dan dapat berjalan setiap hari sampai memenuhi syarat jam magang dari kampus, sehingga berakhir lebih cepat bahkan sebelum semester baru dimulai.
  • Tidak perlu mengambil magang saat bersamaan dengan jam perkuliahan reguler. Jadi ada juga beberapa kampus yang mata kuliah magang seiring dengan berjalannya mata kuliah lainnya dalam 1 semester yang sama. Nah kalau begitu harus pintar bagi waktu kan antara magang dan kuliah seperti biasa juga.
  • Saat semester baru dimulai, tidak perlu lagi repot repot menyelesaikan laporan magang, karena sudah tuntas selama liburan kemarin dan hanya perlu disempurnakan kembali laporannya sampai waktu sidang laporan magang dimulai. Sidang magang waktu itu biasanya dimulai pada bulan Januari – Februari 2014. Tapi karena saya sudah selesai lebih awal, akhirnya dapat mengajukan sidang lebih awal, yaitu di bulan November – Desember 2013.

Yah, kira-kira seperti itulah pengalaman saya magang diluar pulau jawa. Nah ada gak temen-temen yang punya pengalaman magang yang sama? Atau bahkan di luar negeri? Bisa tuh di share juga.

Buat yang baru mau magang, good luck yaah ! semoga bisa selesai magang dan lulus kuliah tepat waktu ! Aamiin… :):):):):)

Advertisements

Magang di Luar Jawa (p.1)

Saat kuliah, saya udah tinggal di kost-kostan, sebenarnya masih satu daerah yaa kuliahnya di Jakarta, tapi melihat jadwal dan kegiatan kuliah yang cukup padat, belum lagi dengan lalu lintas Jakarta yang bisa membuat kamu gak mood+kucel setiap paginya, haaaah kalau dihitung-hitung duitnya ternyata sama saja dengan kost-kostan sebulan ya (saat itu 2010). Selain itu juga supaya bisa focus kuliah ya dan dekat dengan kelompok belajar yang ada di kampus. Kuliah teknik lumayan juga loh ternyata, harus siap mental lahir batin, sebelum badai menerjang. Disini saya mengambil Teknik Sipil, yang saya percaya kalau Indonesia masih membutuhkan banyak lulusan teknik sipil sampai kapanpun karena negara pastinya akan terus berkembang.

FYI, Teknik sipil bukan yang kerja di catatan sipil yak (sering dapet pernyataan itu :(), coba di searching apa itu Teknik Sipil dan bidangnya apa saja. Hehe

Lanjut…

Awalnya ragu sih untuk coba tinggal sendiri dan orang tua hanya memantau dari jauh… well we see… Mengikuti dari tahun ke tahun perkuliahan, mencoba bertahan disetiap badai menerjang, sampai akhirnya tiba waktunya di kuliah Kerja Praktek a.k.a Magang a.k.a kerennya adalah Internship. Disini saya mengambil keputusan ingin magang saat liburan kuliah, bukan saat jadwal perkuliahan, tapi syarat diberikan kampus adalah harus mengambil magang diluar Jakarta.

Jeng..jeeeeng.. jauh lagi dari rumah..

Dicoba-coba deh saya masukin lamaran magang di perusahaan yang tidak terpikirkan sebelumnya, saya mengambil magang di Berau-Kalimantan Timur, sebuah perusahaan batu bara. Loh kok ke mineral? Kan katanya teknik sipil? Ternyata teknik sipil itu luas looh bro and sis. Saya ambil di bagian Geotechnical Department (kayak tanah tanah gitu, susah jelasinnya hehe). Diberikan waktu magang selama 1,5 bulan dan mengikuti jam kerja perusahaan. Waktu yang diberikan itu lebih dari cukup untuk memenuhi syarat magang saya yang diberikan oleh kampus, jadi amaaaan..

Saat itu, Ayah saya lagi sakit cukup serius yang mengharuskan dirawat inap lebih dari 1 bulan. Saya juga sempat sedih karena harus jauh dari rumah dan Ayah yang sedang sakit. Akhirnya mendapat restu dan diantarkan ke Bandara oleh Ibu dan kakak. Saat itu sedang bulan Ramadhan 2013, jadi sahur di bandara karena dijadwalkan pesawat pagi paling pertama menuju Balikpapan untuk transit kemudian dilanjutkan pesawat jenis ATR menuju Berau.

Banyak petuah-petuah dari orang tua saya yang harus didengarkan dan terapkan kalau pergi mengunjungi tanah orang lain, dimanapun dan kapanpun. Kalau saya sih happy banget, pertama kalinya kan solo trip langsung ke luar Jawa. Tapi pas sudah sampai di Kalimantan, cukup bingung juga ternyata dari sisi budaya, Bahasa, dan adat istiadatnya berbeda, bukan bingung sih tapi ternyata baru tahu akan hal itu. Indonesia itu kaya banget ya budayanya. Saya juga harus menghormati budaya mereka agar dapat diterima dengan baik, karena saya cuma orang luar yang singgah untuk menyelesaikan magang biar cepet luluuuuuuus kuliaaaaaah hiks

Sesampainya di Berau, saya dijemput perusahaan untuk diantarkan ke kostan yang sudah saya booking sebelumnya. Untuk memesan kostan ini saya dikenalkan oleh tim HR perusahaan dengan teman magang yang dari Jakarta juga cuma beda kampus, sudah lebih dulu tiba disana. Saya bertemu pertama kalinya pas sampai disana dan sekamar berdua dengan dia, and guess what? we click each other and still have a good friendship until now. Nice to know you sis 🙂

Nah, kalau perginya saat Ramadhan, Idul Fitrinya pulang Jakarta gak? Jawabannya adalah…….

enggak :(:(:(:(

Resiko kalau magang diluar Jakarta pada umumnya perusahaan tempat magang hanya provide tiket Pergi saat pertama kali datang dan Pulang saat magang selesai serta uang makan dan living cost selama di lokasi. Jadi kalau ada yang mau pulang di pertengahan magang, maka biaya tiket dan transport lainnya ditanggung sendiri. Saat itu lebaran, posisi di Berau-Kaltim, harga tiket PP yaaah cukup tau lah ya berapa, bahkan cukup untuk bayar kostan 6 bulan di Jakarta :(:( up to 4 Million Rupiah :(:(

Terus gimana dong Idul Fitri jauh dari keluarga?

Disana sama siapa saja tinggalnya?

Serem gak sih tinggal dengan orang yang baru kenal pertama kalinya?

Ternyata di sana ada pulau yang bagus banget dan belum tersiarkan oleh media loooh saat itu, apa yaaaaa?

Masih banyak lagi nih yang belum saya tulis, saya lanjut ke part 2 ajaa yaaa, (itu kalau sudah saya tulis ya hehe).

Kalau ada pertanyaan yang penasaran terkait magang diluar Jakarta, silahkan comment ya 🙂

Blog at WordPress.com.

Up ↑